Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

Together We Fly…. LODSE

LODSE Untuk Musik dan Attitude Yang Selama Ini Terabaikan. Band reggae Purwokerto ini sudah mulai berkarya sejak tahun 1995. melihat perkembangan musik resggae yang mulai dapat diterima di Purwokerto. Dengan harapan yang setinggi kita terbang dan kerja keras tiada henti karya-karya LODSE kemudia termanifestasikan dalam sebuah mini abum bertajuk Together We Fly.


Adalah LODSE, sebuah band reggae Purwokerto yang berkarya sejak tahun 1995. Tepatnya di hari sabtu, tanggal 13 maret 2010. bertempat di Angkringan Jajan Seniman, band ini meluncurkan mini album perdananya yang bertajuk Together We Fly. Mini album yang berisi enam lagu tersebut mengusung tema-tema berbeda seperti kebersamaan, stop AIDS, pencarian kebenaran, dll.

Malam itu. Acara dimulai pada pukul 20.00. sedikit molor karena terjadi kesalahan tekhnis disana-sini. Maklum.. baru pertama launching. Mungkin nervousnya gak udah-udah. Hehe
Acara dibuka oleh dua orang MC yang ramai luar biasa. Dengan duo maut Pungky dan Deri, acara ini pun berjalan heboh hingga akhir.
“acaranya nge-fly gitu.. banyak cowok gimbal.. reggae-reggae.. tapi maaf ya MC nya ngondek.. hahahaha”. Begitu pengakuan Deri, salah satu MC yang memang selalu mengundang perhatian.
Acara diawali dengan sebuah band pembuka bernama Khank Min. sebuah band beranggotakan 5 orang yang berhasil membuat panas ruangan naik turun. Hehe. Setelah band ini membawakan tiga buah lagu, acara dilanjutkan dengan penampilan dari band pembuka selanjutnya. Band selanjutnya bernama Oblagh, band yang memiliki vocalis sedikit agak-agak Mandan rada…….… kentir ! vocalis yang menguasai keramaian disana-sini (haduh.. haduh.. mas.. makannya apa sih heboh banget!). Oblagh membawakan empat buah lagu dari Slank. Dengan goyangan dahsyat si vocalis yang sedikit terlihat duplikasi gaya vocalis Slank sebenarnya.
Empat lagu selesai. Acara di lanjutkan dengan band yang bisa dibilang waaaaaw. Namanya Shane. Band dengan suara vokalis luar biasa ini membawakan lima buah lagu dan berhasil membuat para penonton wanita histeris. Gimana enggak, permainan musik asik dibalut suara emas vocalisnya. Mantap !
Band Shane pun selesai.. 

Dan bintang besar yang ditunggu-tunggu pun akhirnya siap beraksi di atas stage. Dengan kostum warna-warni khas dominan batik. Mereka terlihat sangat siap untuk menggoyangkan Purwokerto malam itu.

“dan ini dia…….. LODSEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE”

Terlihat betapa kerennya Aung dengan baju biru nyentrik, Anung dengan baju merah menyala, Gurith dengan gitar dan kostum biru cerah, Bram dengan gitar dan baju Oranye segar, Kang Da’ong dengan perkusi dan baju biru kalem, Blendong dengan perkusi nyentrik tubuh nyentrik dan baju coklat asik (hehehe), adit dengan keyboard dan baju biru, tidak ketinggalan Budi Liur dengan drum dan baju hijau. LODSE semakin terlihat keren dengan seorang additional trompet ber kostum hitam yang namanya… (aduh lupa maap. Hoho ^o^v)
Penonton ramai dan antusias luar biasa. Tepuk tangan dan sorak sorai disana-sini. Teriak histeris penonton perempuan terdengar sangat bersemangat. LODSE berhasil menggoyangkan semua penonton. Bahkan ketika mereka menyanyikan lagu ke-dua. Penonton sudah memenuhi depan stage dan siap untuk bergojet bergoyang dan menggila bersama-sama. Ruangan dalam mulai padat oleh penonton, penampilan LODSE terus memanas dan semakin luar biasa. Lagu yang berjudul surat untuk tanah kandung berhasil menyihir semua penonton untuk ikut bernyanyi dan bergoyang. Tidak hanya itu, penonton yang antusias bergoyang dan menyaksikan LODSE dari dekat pun mulai membuat areal depan stage berdesakan dan penuh oleh penonton. Semua penonton berjejalan ke dalam. Tidak mau kalah untuk menjadi barisan terdepan penonton. Bergoyang dan menikmati bagaimana dahsyatnya LODSE malam itu.
Lagu demi lagu dimainkan. Enam lagu yang malam itu diluncurkan dalam sebuah album bertajuk together we fly dinyanyikan dengan penuh semangat dan membuat suasana memanass.. sampai lagu terakhir LODSE memainkan lagu Get Up Stand Up dan berhasil menyihir semua penonton untuk berdiri, maju kedepan dan bergoyang. Semua berteriak ikut bernyanyi. Tak lupa tetesan kringat dan bau khas fermentasi yang gak bisa disebutkan disini ikut membuat suasana semakin luar biasaaaaaaa.

Salut untuk LODSE, salut untuk tukang Lodse, salut untuk semua penonton, salut untuk teman-teman indie kota ini, dan salut untuk Purwokerto !!!

Together We Fly….
Semoga LODSE terus terbang tinggi..

Intel Visibly Smart – Jogja Hip Hop Foundation


Akhirnya video Intel Visibly Smart yang bercerita tentang Jogja Hip Hop Foundation (JHF) secara singkat ini diluncurkan juga. Kami sangat berbangga atas kerjasama mutualis dengan Intel Inside ini, dimana telah menempatkan kami tetap sebagai diri kami sendiri dengan segala kemandirian dan idealisme yang kami percaya dan sudah kami bangun selama ini. Sebuah apresiasi atas dedikasi yang membanggakan.


sumber : www.hiphopdiningrat.com

Video Klip – Jula Juli Lolipop (NYC)


Jula-Juli Lolipop ditulis oleh Sindhunata SJ, aransemen oleh Rotra, Klip sederhana ini dibuat di New York, Mei 2011. Terima kasih untuk bantuan teman-teman di New York; Ugoran Prasad, Mohamad Riza, Boy Avianto, juga untuk X-CODE film atas editingnya.
sumber : http://www.hiphopdiningrat.com

Sejarah Endank Soekamti


Endank Soekamti adalah grup musik (band) asal Yogyakarta yang beranggotakan tiga personal: Ari (drum), Dori (gitar), dan Erik (bas dan vokal). Grup ini banyak menggunakan idiom punk dalam bermusik, meskipun tidak mengusung ideologinya. Lirik-liriknya terkesan "semaunya", kadang-kadang kasar, dan "nyeleneh", khas humor Yogyakarta. Nama grup musik ini diambil dari nama dua perempuan yang memiliki kesan dalam kehidupan personilnya. Kata "Endank Soekamti" dapat juga dianggap pelesetan dari idiom "enak sekali".

Grup musik ini berdiri pada bulan Januari 2001. Kariernya diawali dari manggung dari satu panggung pertunjukan ke panggung lainnya di seputaran Yogya dan Solo, terutama pada acara-acara mahasiswa. Pada tahun 2003 mereka merilis album pertama, Kelas 1, dengan hit "Bau Mulut" di bawah label Indie, dan terjual 75 ribu kopi. Album kedua dirilis 2004 di bawah nama Pejantan Tambun dengan 16 lagu. Album ketiga dirilis 2007 dengan nama Sssttt...!!!.Album pertama diproduksi di bawah label "Proton Record" dan album kedua dan ketiga di bawah "Warner Music Indonesia".

Penggemar grup ini dijuluki Kamtize family.

Sejarah Shaggy Dog

Shaggydog adalah sebuah band yang terbentuk pada Tanggal 1 Juni 1997 di Sayidan, sebuah kampung yang terletak di pinggir sungai di tengah kota Jogjakarta. Band yang beranggotakan Heru, Richard, Raymond, Bandizt, Lilik dan Yoyo' ini sepakat untuk menyebut musik yang mereka mainkan sebagai “Doggy Stylee”, yaitu perpaduan antara beberapa unsur musik seperti ska, reggae, jazz, swing dan rock. Shaggydog dipengaruhi oleh band-band seperti Cherry Poppin Daddies, Hepcat, Bob Marley, dan Song Beach Dub Allstars.

Album Shaggydog pertama kali dirilis pada tahun 1999 dengan judul "Shaggydog" dibawah label Doggy House. Pada tahun 2001 album kedua berjudul "Bersama" dirilis.

Masa keemasan Shaggydog dimulai pada tahun 2003, yang dimulai dari pesta tahun baru di UPN Jogjakarta dimana sekitar dua puluh ribu penggemar Shaggydog yang disebut doggies membanjiri UPN. Kemudian dilanjutkan dengan Tour 8 Kota Shaggydog yang berlangsung dari bulan Maret (Semarang, Solo, Tegal, Salatiga, Purwokerto, Pekalongan, Jogjakarta, Magelang), membuat nama Shaggydog semakin melambung.

Dengan berbekal materi yang cukup matang, Shaggydog mengajak EMI Indonesia untuk melakukan kolaborasi agar musik yang dihasilkan Shaggydog dapat tersebar lebih luas. Kolaborasi ini akhirnya menghasilkan album ketiga Shaggydog dengan judul "Hot Dogz".

Lagu-lagu Shaggydog tidak hanya tersebar di Indonesia, tahun 2003 sebuah perusahaan rekaman di Jepang meminta salah satu lagu Shaggydog yang berjudul "Second Girl" untuk ikut kompilasi album "Asian Ska Foundation" yang berisi band-band ska se-Asia. Amat disayangkan album ini hanya beredar di Jepang. Dengan koneksitas manajemen yang bagus Shaggydog juga disertakan dalam berbagai kompilasi band-band yang terdapat di Eropa, yang antara lain adalah kompilasi "Banana Hits" yang dirilis oleh Republik Ceko.

Dimulai dari berbagai kompilasi dengan band luar negeri dan koneksi yang terjalin dengan baik, Shaggydog mulai dikenal di dunia internasional. Hal ini ditandai dengan didapatkannya kontrak dari Festival Mundial Production untuk menjalani tour selama bulan Juni di Belanda. Pada tahun tersebut, Shaggydog tampil kurang lebih empat belas kali di delapan kota di Belanda. Di negara ini pulalah Shaggydog juga berkesempatan untuk rekaman secara live di studio Wissellord, yang notabene adalah studio rekaman yang pernah digunakan oleh band-band papan atas seperti The Police, Metallica, dan Mick Jagger.

Pada tahun 2005 Shaggydog memutuskan untuk keluar dari EMI Indonesia yang menyebabkan keterlambatan dalam merilis album baru, sebelum akhirnya bergabung dengan Pops Recs untuk album mereka yang ke empat, dan sepenuhnya diproduseri oleh Shaggydog sendiri.

Pada tahun 2006, tepatnya dari bulan Maret hingga April, Shaggydog kembali diundang Festival Mundial Production untuk tour tunggal sebelas kota di Belanda Kemudian pada tahun 2009, tepatnya di akhir bulan Agustus Shaggydog diundang untuk tampil di acara Darwin Festival.

Pada bulan Agustus 2009 Shaggydog merilis album ke lima mereka yang berjudul "Bersinar" dibawah label Fame. Perjalanan panjang dan berbagai hambatan yang telah menyertai karier Shaggydog selama ini telah membulatkan tekad para personil Shaggydog untuk lebih mempertajam taring mereka di industri musik. Dengan kemampuan musikalitas yang semakin berkembang dan berbagai pengalaman tour di Eropa telah menunjukkan kalau Shaggydog tidak hanya bisa diterima oleh penikmat musik di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.

Superman Is Dead

SID, punk rock pioneers of Bali, were born and bred in Kuta Rock City. The band is three chord attitude-heavy young men, by name : Bobby Kool (lead vocal, guitar, a dog lover and a graphic designer) , Eka Rock (low ridin' family man, beer drinker, laid back bass and backing vocal and a warm smilin' Rock 'N Roll bandman, IT warior) , Jrx (low ridin' beer drinking Rock 'N Roll prince charming, drummer and a hairwax junkie, Bar owner)
The name 'Superman is Dead' started its' evolution from Stone Temple Pilot's "Superman Silvergun". The name moved on to "Superman is Dead" cause they like the idea that there's no such thing as a perfect person out there.
SID actually stumbled together in '95, drawn by their common love of Green Day and NOFX. Their influences soon extended to the punk 'n roll genre a la Supersuckers, Living End and Social Distortion, and here they stay. They say what they wanna say, how they wanna say it. In your face, to say it precisely.
SID public image, self described, is "Punk Rock a Bali" (think raw energy of NOFX vs Social Distortion supersonically fueled with beer-soaked Balinese Rockabilly attitude).
History ? SID produced their first three albums independently (the boys worked years of crappy night jobs), with fabulous, small scale indie labels 1997 "Case 15", 1999 "Superman is Dead", 2002 "Bad Bad Bad"(mini album, 6 tracks).
In March 2003, SID finally signed with Sony-BMG Indonesia after extended negotiations regarding their right to sing the majority of their tracks in English and have full artistic rights over their 'image'!! With that decision they single handedly became the first band from Bali to be invited to sign with a major recording label in Indonesia, the first band in their nation (to my knowledge) to be recording majority of songs in English and the first punk band in Indonesia to get the national exposure and promotion that working with a major label in a third world country provides. And so the history of Indonesian Punk Rock begins!
And as for the question that everyone wants to know, the infamous bomb in Bali happened about 75 M from their home, hangout center, punk rock boutique, bar and rehearsal studio that is also Jrx' house, in the heart of Kuta.
After panel beating back the rolling doors of the studio and shifting a little debris, rehearsals continued as usual. Yeah, they saw a lot, it sucked big time, but its' not gonna stop 'em!
And where are they now? At the end of 2002, one of the more respectable music mags here cited SID as "The Next Big Thing" for 2003. With the release of their fourth album "Kuta Rock City" followed by major air play nationally and in some countries overseas, coupled with the instant popularity of their newest film clip.
SID suddenly find themselves touring continuously throughout Indonesia. Last week they were in four major Indonesian cities, on three islands, in 7 days! Sometimes playing for free at underground scene clubs, sometimes at street skate parties or alternative band festivals, at lots of universities and even occasionally at "classy" venues who would have probably denied them entrance years ago!
Which means more beers for all.
In 2003 SID even got a mention in Time Asia.
They also won a few music awards “MTV Awards for The Best New Artist 2003”, “AMI Awards for The Best New Artist 2003” and nominated again in “AMI Awards 2006 for The Best Rock Album”.
October 2007, they did an amazing Australian tour, 8 cities, 16 gigs, 33 days with their strong D.I.Y work ethic.

June – July 2009, Superman Is Dead held An American Tour, 16 Gigs in 16 cities. 11 gigs of them were the ‘ Vans Warped Tour’ and the last 5 gigs were ‘From Bali With Rock’. They did a very hard work to succeed this excited tour, had crossed the big land from westcoast to eastcoast and got back to westcoast.

SID had share stages with international bands such as International Noise Conspiracy, NOFX, MXPX and Hoobastank.
They remain proud, boys from the streets of Kuta with a love of punk rock, beers and a good time. Ready for whatever comes next, excited about the next gig.

LANGKAH FENOMENAL SID
• August 2002, Openning Act Hoobastank, Hard Rock Hotel, Kuta, Bali
• Superman Is Dead “Hot & Freaky People 2003” MTV Trax Magazine January 2003
• June 2003 Superman Is Dead “MTV Exclusive Artist of the Month” 
• Double Platinum Sony Music for Kuta Rock City Album
• 2003, MTV Award “Most Favorite New Artist”
• 2003, AMI Award “The Best New Artist”
• 2004, SCTV Music Awards “The Most Famous Album Nominee, Pop Rock Category” for Kuta Rock City Album 
• 2006, AMI Awards “The Best Rock Album Nominee” for Black Market Love Album
• 2006, “Superman Is Dead The Best Local Band” The Beat Awards.
• 20 the best Indonesian Album 2006 for The Black Market Love Album. Rolling Stones Magazine Januari 2007
• April 2007, SID Opening Act for American Punk Rock Band NOFX at Hard Rock Café, Kuta, Bali.
• Soundrenaline Sound of Change 2007 Jimbaran Bali, “Message of Change” Artist Nominee.
• 17 June 2007, Guest Star Artist “Final Gudang Garam Rock Competition” Jakarta
• October 2007, Superman Is Dead did an amazing Australian tour, 8 cities, 16 gigs, 33 days.
• 150 the Best Indonesian Album for Kuta Rock City Album. Rolling Stones Magazine, Special Collectors’ Edition Desember 2007.
• 50 Hype Things in Indonesian Music Industrial 2008 for Superman Is Dead. 
• Trax Music & Attitude Magazine Edition Januari 2008.
• 2008, Openning Act MXPX Jakarta.
• “SID as a New Icons of Bali”. Yak Magazine Maret, April, May 2008.
• June 2009. Superman Is Dead American Tour. Played 11 gigs and cities of 'Vans Warped Tour' , and the last 5 gigs and cities were 'From Bali With Rock Tour'

VIDEOGRAPHY 

2002 “White Town” Album “Bad Bad Bad” Director by Outsider Film
2003 “Kuta Rock City” Album ”Kuta Rock City” Director by Rizal Mantovani
2003 “Punk Hari Ini” Album “Kuta Rock City” Director by Ridwan
2004 “Muka Tebal” Album ”The Hangover Decade” Director by Outsider Film 
2004 “Rock ‘N Roll Band” Album “The Hangover Decade” Director by Outsider Film 
2004 “Disposable Lies” Album “The Hangover Decade” Director by Umum Production 
2006 “Bukan Pahlawan” Album “Black Market Love ”Director by Eric Est Movie 
2006 “Black Market Love” Album “Black Market Love” Director by Bob Calabrito
2007 “Menginjak Neraka” Album “Black Market Love” Director by Eric Est. Movie
2007 “Lady Rose” Album “Black Market Love ”Director by Eric Est. Movie 
2007 “Goodbye Whiskey” Album “Black Market Love” Director by Outsider Film 
2008, Superman Is Dead Rock-A-Bali Australian Tour 2007, Produksi outSIDer Inc, Format DVD, For Promotional Stuff Not for Sale
2009, " Kuat Kita Bersinar " Album " Angels and The Outsiders" Director by Patrick Effendy 
2009, " Jika Kami Bersama- Featuring Shaggy Dog " Album " Angels and The Outsiders" Director by Patrick Effendy
2009," Saint Of My Life" Album " Angels and The Outsiders" ,A footage music video from SID American Tour 2009 

Some Videos have been uploaded at Youtube.com Please click the URL to check'em out : 
http://www.supermanisdead.net/nl.php?id=88
DISCOGRAPHY
INDIE ALBUM

Case 15, 1995 , Produksi Independent Intertainment, Format Cassette
Superman Is Dead,1998, Produksi Rizt Clothing, Format CD & Cassette
Bad Bad Bad, 2002, Produksi Rizt Cloth.& Suicide Glam, Format CD (mini album)
Bad Bad Bad, 2002, Produksi Spills Record, Format Cassette

INDIE COMPILATION
100% Attitude, 1999, Produksi Lunatic Records, Format Cassette
No Place To Get Fun, 2002, Format Cassette
New Generation Calling, 2003, Produksi Spills Record, Format Cassette
Video Kami “A Rock Society” 2006, Video Clip “Menginjak Neraka”, Produksi A Mild Live Production, Trend Setter Magz & The Blado Ent. Format VCD (Not For Sale)


MAJOR COMPILATION
Fantastic Bands, April 2005, Produksi Sony Music, Format CD & Cassette
Class Rock “Today’s Sensation”, Produksi Sony Music October 2004, Format CD & Cassette
A Mild Live Soundrenaline 2004, Produksi Sony Music & A Mild Live, November 2004, Format CD & Cassette
Planet Rock, Produksi Sony Music, August 2005, Format CD & Cassette

MAJOR ALBUM
Kuta Rock City, 2003, Produksi Sony Music Indonesia, Format CD & Cassette
The Hangover Decade, 2004, Produksi Sony Music Indonesia, Format CD & Cassette
Black Market Love, 2006, Produksi Sony BMG Indonesia, Format CD & Cassette
Angels and The Outsiders, 2009. Produksi Sony Music Indonesia, format CD & Cassete

ORIGINAL SOUND TRACK
D’ BIJIS, Produksi Sonny Music & Class Movie, January 2007, Format CD & Cassette
Please visit our detail discography page : http://supermanisdead.net/discography.php 

10 band Penganut Satanisme yang Populer

Di antara banyak band-band metal Saat ini, terdapat beberapa band-band yang merupakan band-band sesat yang memuja setan. 

Band-band tersebut menjual jiwanya untuk para setan demi keinginanya agar memperoleh ketenaran. Band yang beraliran Black Metal merupakan aliran metal yang paling banyak memiliki Band Metal-Satanis.

1. Acheron


Band yang berdiri pada tahun 1998, dan dibentuk oleh Pendeta Vincent Crowley di Tampa, Florida. Yang kemudian bergabung dengan Peter H. Gilmore, Magister Gereja Setan.

Dan untuk pertama kalinya, band ini merilis album yang berjudul "Messe Noir" pada tahun 1988. Album ini dibuat khusus sebagai edisi terbatas (7-inci) yang juga merupakan rekor dimensi sebuah album yang belum pernah ada sebelumnya. 

Untuk membuat album ini benar-benar kental terhadap aliran satanis, Acheron membuat album ini dicopy hanya untuk 666 eksemplar.

Kemudian pada tahun 1991, band ini membuat tercengang dunia dengan menerbitkan album kedua mereka yang berjudul Rites of the Black Mass (1991). 

Pada album tersebut, setiap lagu-lagunya mengandung ayat-ayat yang ada pada injil hitam (Satanic Bible) serta digunakan intro bergaya Gothik dan gitar solo yang membuat lagu-lagu tersebut terkesan dari dunia "Kegelapan". Lagu-lagu mereka pun didasarkan atas filsafat "Satanis".

Album :
Messe Noir (1988), Rites of the Black Mass (1991), Alla Xul (1992), Satanic Victory (1992), Lex Talionis (1992), Anti-God, Anti-Christ (1996), Those Who Have Risen (1997), Necromanteion Communion (1998), Compendium Diablerie : The Demo Days (2001).



2. Angelcorpse


Merupakan band yang dibentuk pada tahun 1995 oleh Pete Helmkamp dan mantan band yang dikenal sebagai Orde dari Chaos. 

Angelcorpse berasal dari Kansas City, tapi mereka pindah ke Tampa Florida (yang merupakan daerah penganut Satanisme) di Amerika. Musik mereka bertemakan Anti-Kristus dan peperangan. 

Pada tahun 1995 dan 2007 Band ini melakukan tur ke Eropa untuk mendukukng band-band beraliran satanisme yang ada.

Hal lain yang berkaitan dengan band ini adalah Pete Helmkamp, personil band, menulis buku yang berjudul 'The Conqueror Manifesto.' 

Menurutnya, hal-hal yang memandang bahwa "In the spirit of Crowley's" dan pandangan tentang "Antichrist" adalah merupakan kebenaran. Dalam bukunya tersebut Pete menuliskan upaya manusia agar bisa naik ke Quest terhadap Plateau dari Invincibility dan mencapai Godhood (Homodeus).

Album :
Goats to Azazael Demo (1995), Hammer of Gods (1996), Nuclear Hell (1997), Wolflust Single (1997), Exterminate (1998), Winds of Desecration (1999), The Inexorable (1999), Iron, Blood and Blasphemy (2000), Death Dragons of the Apocalypse (2002), Of Lucifer and Lightning (2007).




3. Cradle Of Filth


Band yang berasal dari Inggris dibentuk pada tahun 1992, dengan penyanyi utama Dani Filth. Merupakan Band yang sangat erat kaitanya dengan Sihir, Mitologi, dan hal-hal yang berbau Kotoran. 

Selain menyanyikan alunan musik Black Metal, aliran ini juga memainkan aliran Dark Metal dan Death Metal, Vampyric Metal, Satan Metal dan Symphonic Black Metal.

Aliran ini telah banyak berubah sejak awal mula dibentuk. Pada awalnya nuansa Death Metal begitu kelihatan, namun seiring dengan waktu berubah menjadi Black, dan yang terakhir Bernuansa Ghotic yang sangat terlihat pada lagu " Nymphetamine". 

Prestasi besar yang pernah diraih oleh band ini adalah merupakan band yang paling terkenal di Inggris setelah Iron Maiden.

Album :
The Principle of Evil Made Flesh (1994), Dusk... and Her Embrace (1996), Cruelty and the Beast (1998), Midian (2000), Damnation and a Day (2003), Nymphetamine (2004), Thornography (2006), Godspeed on the Devil's Thunder (2008).



4. Dimmu Borgir


Band Black Metal yang berasal dari Oslo, Norwegia, dibentuk pada tahun 1993. Dibentuk oleh Shagrath, Silenoz, dan Tjodalv.

Band ini pertama kali menerbitkan album 'Inn i evighetens mørke' pada tahun 1994. Yang kemudian merampungkan seluruh Track pada album For All Tid (1994).

Band ini diketahui sering memainkan aliran Symphonic Black Metal, Black Metal, Ritual Black Metal, dan Deathy Metal. 

Tema-tema yang dibahas dalam lirik lagu-lagunya hampir sama dengan Cradle Of Filth, yaitu tentang pemujaan kepada Setan, Ritual, dan Peperangan.

Album :
For all tid (1994), Stormblåst (1996), Enthrone Darkness Triumphant (1997), Spiritual Black Dimensions (1999), Puritanical Euphoric Misanthropia (2001), Death Cult Armageddon (2003), Stormblåst MMV (2005) In Sorte Diaboli (2007).




5. Arch Goat


Band kelima merupakan band Black-Death Metal, yaitu Arch Goat yang dibentuk di Finlandia. Album Pertama mereka diluncurkan pada tahun 1992 yang berjudul "Jesus Spawn". 

Sebuah album yang di dalamnya penuh dengan hujatan-hujatan kepada Tuhan. Style dan gaya Band ini mirip dengan Angelcorpse, yaitu anti Kristus serta banyak memainkan Filosophy Satanis. Band ini juga terkadang memainkan musik Ritual.

Album :
Jesus Spawn (1992), Angelcunt (Tales of Desecration) (1993), Angelslaying Black Fucking Metal (2004), Live Black Mass (2005), Whore of Bethlehem (2006).



6. Blasphemy


Band Satanis keenam, adalah band Black Metal yang berasal dari Kanada, dibentuk di daerah Burnaby tahun 1984 bernama Blasphemy. 

Debut mereka yang pertama dalah "Blood upon the Altar" pada tahun 1989, merupakan album yang berisi Hujatan-hujatan kepada Tuhan. 

Band ini juga pernah melakukan tur ke Jerman "Fuck Christ". Dalam syair-syairnya, Band ini banyak menggunakan tema-tema yang berhubungan dengan paganisme, mitologis dan lirik-lirik Anti-Kristus.

Album :
Fallen Angel of Doom (1990), Gods of War (1993), Live Ritual - Friday the 13th (2002).



7. Behemoth


Band Black Metal yang berasal dari Polandia pada tahun 1991. Band ini memainkan musik dengan tema-tema Satanis, dan Ritual, dan pemujaan kepada Berhala. 

Band ini juga memainkan aliran musik Death Metal, ada juga yang menyebutnya sebagai Black Metal, Avantgrade Metal, Pagan Metal. 

Namun aliran yang sebenarnya dari band ini masih diragukan, karena band ini lebih suka tidak dilabelkan dalam genre apapun.

Album :
And the Forests Dream Eternally (EP) (1995), Sventevith (Storming Near the Baltic) (1995),Grom (1996), Bewitching the Pomerania (EP) (1997), Pandemonic Incantations (1998), Satanica (1999), Thelema.6 (2000), Antichristian Phenomenon (EP) (2001), Zos Kia Cultus (Here and Beyond) (2002), Conjuration (EP) (2003), Demigod (2004), Slaves Shall Serve (EP) (2005), The Apostasy (2007), Ezkaton (EP) (2008), Evangelion (2009).




8. Arch Enemy


Band Melodic Death Metal yang berasal dari Swedia. Band ini bernama Arch Enemy. Band ini merilis album pertamanya pada tahun 1996 berjudul "Black Earth". 

Style band ini sangat mengagumkan, setiap track pada albumnya penuh dengan Melodi Gitar yang digabung dengan suara vokalis cewe (Angela Gossow) ini membuatnya begitu berkesan. 

Hal-hal yang dibahas dalam lagu-lagunya adalah hal-hal mengenai Kiamat, dan Anti-Kristus. Selain itu, pesonil band ini berasal dari para mantan Pemain band metal sebelumnya, seperti band Carcass, dan Yohanes Liva.

Album :
Black Earth (1996), Stigmata (1998), Burning Bridges (1999), Wages of Sin (2001), Anthems of Rebellion (2003), Doomsday Machine (2005), Rise of the Tyrant (2007).



9. Beherit


Band ini dibentuk di Finlandia pada tahun 1989. Band ini sendiri memiliki arti "setan" dalam bahasa Syria. Musik mereka bertemakan kebiadapan, Anti-Kristus, Neraka, dan penghujatan. 

Band ini terkenal karena gaya ambient yang dimainkan personilnya, band ini juga memainkan aliran Deathcore dan Black Metal.

Album :
The Oath of Black Blood (1991), Drawing Down the Moon (1993), Dawn of Satan's Millennium (1991), Werewolf, Semen and Blood (1998), Messe Des Morts (1994), Beast of Beherit - Complete Worxxx (1999).

Sumber :
wikipedia.org / jelajahunik.blogspot.com

Mantra-Mantra Jawa di New York


Akhirnya mimpi itu terwujud juga. Prosesnya sangat berbelit, tidak gampang menghadirkan Jogja Hip Hop Foundation (JHF) ke New York.
Pertama, banyak masalah teknis sehingga pementasan ekslusif JHF di New York ini harus mundur hingga tiga kali sejak Desember 2010, kemudian Januari 2011, dan akhirnya terlaksana Mei 2011.
Kedua, bagaimana memberikan konteks yang tepat pementasan ekslusif ini kepada publik di New York, mengingat JHF menggunakan lirik dan musik hip hop yang berpijak pada akar tradisi Jawa. Namun dengan komitmen yang tinggi dari Asia Society, sebuah institusi prestisius pertukaran seni dan budaya antara Asia – USA, akhirnya berhasil menghadirkan JHF di New York, sebuah group hip hop Indonesia pertama yang konser secara ekslusif di kota kelahiran musik hip hop.
New York bukanlah kota yang mudah untuk ditaklukkan. Namun New York juga kota yang sangat multikultur, dimana orang dari seluruh dunia ada di sana, dengan demikian New York bisa menerima dan menghargai perbedaan. Rachel Cooper, sebagai direktur program seni pertunjukkan Asia Society, mengkonfirmasikan kepada saya seusai pentas;
“Awalnya saya sempat khawatir dengan publik Amerika yang skeptis terhadap program ini, Java Hip Hop? So what? Tapi setelah pertunjukan merasa lega, karena JHF sangat pandai mengikis perbedaan dengan komunikasi yang dibangun diatas panggung”.
Mendengar hal itu, saya kemudian melihat diri kami sendiri. Bagi kami, JHF adalah realitas, bukan sekedar produk yang diciptakan, kami selalu menikmati musik dan panggung dengan gairah yang penuh dan jujur. Kami selalu percaya, bahwa kejujuran akan membawa penonton masuk ke dalam jiwa pertunjukkan dan mengikis segala perbedaan, termasuk bahasa. Seluruh penonton di auditorium itu menangkap energi yang kami berikan, hingga meninggalkan kursi dan berdiri untuk bergoyang mengikuti hentakan musik hip hop dalam bingkai mantra-mantra Jawa.
Seni selalu bisa menjebatani perbedaan, membangun kesepahaman, memanggil jiwa manusia untuk saling berbincang dalam bahasanya sendiri.
Seperti halnya seniman tradisional yang agraris, kepada musik, kepada panggung, kami selalu percaya. Bukan kepada yang lain.
Seminggu di New York, adalah bingkai waktu yang spesial bagi kami, ini adalah kota dimana rap musik dan kultur hip hop lahir. Orang menyebutnya perjalanan ke New York adalah naik haji ala hip hop.
Seluruh crew JHF sangat senang bisa menghadiri block party di distrik Bronx, dimana rap musik lahir di sana, berfoto bersama legenda, dan menikmati attitude yang kasar khas distrik tersebut.
Selain itu kami juga menyempatkan diri membuat klip dengan mengambil lokasi di Time Square NYC, bernyanyi di tengah kerumunan dan mengundang perhatian publik. Kami benar-benar menguasai ruang publik itu. Sebuah komentar twitter saya pinjam untuk menggambarkan situasi ini;
“a Java Hip Hop Crew with Batik shirt, oversized pant, with no lots of jet leg, hit Time Square NYC”.
Pada dua hari terakhir, teman-teman berbelanja seperti orang gila. Membeli aneka cindera mata untuk orang-orang tersayang. Seolah tidak ada hari esok, seolah kami tidak akan bisa kembali lagi ke New York.
Namun oleh-oleh yang paling menggembirakan adalah proposal dari Center Stage US, sebuah program yang menawarkan proposal tour 10 kota untuk JHF tahun 2012.
Sepulang dari New York, kami merencanakan sebuah konser di tengah kampung dengan sound system seadanya, dari sana kami berasal.
Kill the DJ

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

 

STATISTIK

free counters

STATISTIK

Total Tayangan Halaman




Widget by Catatan Mathin (Blog game)